Visi
Menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan berita dan informasi seni, sastra, dan budaya Indonesia secara digital.

Misi
MENYATUKAN informasi karya dan kegiatan dari para pelaku seni, sastra, dan budaya untuk dapat diakses secara digital dengan mudah, Baca Selengkapnya...

Semua Ikan di Langit

Semua Ikan di Langit

Kisah Bermakna Lintas Ruang dan Waktu

Novel yang menjadi pemenang pertama Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2016 ini berkisah tentang tokoh ‘Saya’ yang merupakan sebuah bus kota. Di dalamnya ada seorang penumpang anak laki-laki yang Saya sebut sebagai Beliau dengan ikan julung-julung yang melayang-layang di atas kepalanya. Dalam novel ini sosok Beliau digambarkan sebagai sosok yang misterius. Apakah ia analogi dari Sang Pencipta? Tak begitu jelas asal usulnya. Namun, bersama Beliau, Saya menjadi sebuah bus kota yang berkendara melintasi ruang dan waktu. Saya sangat mengagumi Beliau. Kadang, ia berlaku menyerupai hamba Beliau. Beliau membawanya melaju terbang tinggi ke angkasa, kadang turun ke bumi menyusuri jalan perkotaan. Novel ini merupakan novel fantasi yang menyenangkan. Membaca kisahnya seperti membaca kisah dongeng dan membawa kita dalam ruang dan waktu yang asing. Saya sebagai sebuah bus digambarkan serupa makhluk hidup yang bisa berkomunikasi dan memiliki perasaan. Salah satu perasaan itu adalah rasa cinta terhadap Beliau.

Saya dan Beliau bertemu dengan banyak tokoh. Antara lain, Nadezhda atau Nad, seekor kecoa asal Rusia. Lalu ada Chinar sebuah pohon yang bisa berbicara berserta anak-anaknya yang senang bercerita. Ada juga sepasang kakek dan nenek pemilik toko roti yang sangat baik. Sosok Beliau mengingatkan kakek nenek itu pada anak mereka yang sudah lama pergi. Di samping tokoh-tokoh protagonis yang ditemui Beliau, ada juga tokoh antagonis yang membuat kekacauan. Ia adalah seorang anak laki-laki yang keluar dari asap rokok seorang laki-laki dewasa yang mengapung di laut. Dengan tiba-tiba ia menumpang Saya dan Beliau. Saya tidak suka pada anak laki-laki jahat karena sifat dan perbuatannya. Saya sebagai sebuah bus kota yang gemuk berusaha menghentikan perbuatan jahat itu. Sampai akhirnya Saya remuk berkeping-keping. Saat itulah Saya melihat kesedihan Beliau.

Novel ini merupakan novel fantasi yang memancing imajinasi pembaca. Personifikasi sebuah bus kota sebagai tokoh utama, Saya, dalam novel ini membuat novel fantasi ini menjadi lebih humanis. Kisah antara bus kota dan Beliau ibarat kisah antar manusia yang melibatkan perasaan serta nilai-nilai kehidupan seperti baik dan buruknya suatu perbuatan. Selain itu, setiap pertemuan Saya dan Beliau dengan tokoh-tokoh lain membawa pesan-pesan khusus yang juga berkaitan dengan cara manusia menjalani hidup. Ada kisah yang bahagia maupun kisah-kisah yang menyedihkan, sekaligus menunjukkan sifat-sifat manusia. Misal setelah seorang anak laki-laki jahat menumpang Saya, mereka bertemu dengan seorang wanita. Ia terkena tipu daya anak laki-laki jahat yang mengiming-iminginya ramuan untuk mengembalikan kemudaan dan kecantikannya. Selain itu ada kisah saat Saya dan Beliau bertemu dengan sosok gadis kecil di angkasa yang kulitnya nampak ungu. Ternyata gadis itu dipukuli oleh ibunya. Gadis yang melayang-layang diangkasa dapat diartikan bahwa gadis itu telah meninggal.

Buku ini memberikan kisah dan tokoh-tokoh yang unik. Isinya bagaikan imajinasi seorang anak kecil tentang caranya membaca kehidupan. Novel ini tampak mengambang pada bagian awalnya. Hampir tidak ada konflik. Namun, perlahan-lahan apa yang akan ditunjukkan oleh novel ini mulai tampak dan kisahnya semakin menarik. Membaca kisah Si Bus Kota membawa pembacanya dalam kisah tentang kehidupan manusia yang tersembunyi dalam metafora-metafora. Pembaca diberi ruang untuk berinterpretasi atas kejadian-kejadian yang dialami oleh tokoh Saya dan Beliau selama mereka berkelana. Aksi fantasi tentang Beliau yang bisa membuat apapun dengan jarum dan benang jahitnya ibarat bagaimana kehidupan selalu terbentuk dan membentuk kehidupan-kehidupan yang lain. Novel ini merupakan novel fantasi yang menyenangkan untuk dibaca jika Anda mau bersabar dan ikut menikmati perjalanan bersama Si Bus Kota.

Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Penerbit: Grasindo

Tahun terbit: 2017

Jumlah halaman: 216 halaman

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.