Visi
Menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan berita dan informasi seni, sastra, dan budaya Indonesia secara digital.

Misi
MENYATUKAN informasi karya dan kegiatan dari para pelaku seni, sastra, dan budaya untuk dapat diakses secara digital dengan mudah, Baca Selengkapnya...

Yoga Zen, Juara Pertama Sayembara Novel DKJ 2023

Yoga Zen, Juara Pertama Sayembara Novel DKJ 2023

Yoga Zen, Pemuda asal Batusangkar Sumatera Barat, memenangkan juara pertama dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2023 melalui naskahnya, Tersesat Setelah Terlahir Kembali. Sarjana Hukum tahun 2020 ini kaget saat namanya keluar juara 1 saat dibacakan pada Malam Anugerah Sayembara Novel dan Sayembara Manuskrip Puisi DKJ 2023 pada 22 Juli lalu di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sebelumnya Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) melalui Komite Sastra kembali menggelar Sayembara Sastra dalam mata anggaran 2023 ini. Sayembara Novel dan Sayembara Manuskrip Puisi DKJ kembali menjadi perhelatan akbar yang dinanti publik sastra Indonesia. Sayembara Novel dan Sayembara Manuskrip Puisi dibuka untuk publik mulai tanggal 14 Februari 2023 dan ditutup tanggal 20 April 2023.

Sayembara Novel menerima 366 naskah dari seluruh wilayah di Indonesia dan dari luar negeri (Jerman, Kamboja, Amerika, dan Turki). Gelaran tahun ini juga menjadi gelaran dengan penerimaan naskah novel terbanyak dari tiga penyelenggaraan sebelumnya. Komite Sastra DKJ mempercayakan tiga juri dalam Sayembara Novel, yaitu Dhianita Kusuma Pertiwi, Azhari Aiyub, dan Zaky Yamani.

Akhirnya Sayembara Novel DKJ 2023 telah memilih tiga juara dan lima naskah menarik perhatian dewan juri, yaitu:

Pemenang I : Yoga Zen dengan karya Tersesat Setelah Terlahir Kembali

Pemenang II: Hasbunallah Haris dengan karya Leiden (2020 – 1920)

Pemenang III: Ida Fitri dengan karya Tukang Intip

Naskah Menarik Perhatian Dewan Juri:

  1. Agil Fathurrohman dengan karya Melawat
  2.  Darwanto (Mashdar Zainal) dengan karya Raksasa
  3. Lila Prasasti Ratu Asih dengan karya Rahim
  4. Syahrul Padli dengan karya Teori Datangnya Tiga Wanita dan Keheningan Hari Minggu
  5. Aveus Har dengan karya Tak Ada Embusan Angin

Yoga Zen menjelaskan kepada Kultural Indonesia, awalnya kegiatan menulis hanya sekedar hobi. Memang dari kecil ia gemar membaca. Tapi terkendala dengan akses buku. “Buku pegangan saya sejak kecil hanya dua: RPUL dan atlas,“ ujarnya.

“Dalam hal menulis, saya cuma berangkat dari sebagai pembaca. Saya belajar banyak dari buku-buku yang saya baca. Saya belajar secara otodidak, bahkan saya tidak pernah ikut kursus menulis, atau pun aktif di komunitas sastra atau diskusi-diskusi sastra.”

“Saya mulai menggarap naskah ini dari akhir 2019. Saat itu bertepatan pada masa akhir saya di kampus. Ketika membuat skripsi, dosen pembimbing saya cuma punya waktu sore hari buat bimbingan. Banyak waktu terbuang sehingga saya isi dengan menulis naskah dan selesai pada pertengahan Juli 2022.

Novel ini bercerita tentang kehidupan seorang sumando, yaitu seorang laki-laki yang tinggal di rumah istrinya dalam budaya minang. Temanya tentang maskulinitas. Tentang budaya perburuan babi di Tanah Minang.

“Semua riset saya lakukan sendiri. Namun keluarga sempat bertanya-tanya, karena saya berlama-lama di laptop dan membaca buku, bukannya mencari kerja,“ cerita sarjana hukum yang lulus tahun 2020 ini.

Baginya kemenangan ini menjadi langkah pertamanya untuk masuk dalam ‘rimba sastra Indonesia’. “Semoga kemenangan ini menjadi inspirasi bagi penulis-penulis di daerah pelosok lainnya untuk semangat dalam berkarya dalam kesendirian,“ kata Yoga kemudian.

Para pemenang dalam Sayembara Novel dan Manuskrip Puisi DKJ 2023 berhak atas hadiah sebesar Rp25.000.000 untuk pemenang I, Rp15.000.000 untuk pemenang II, dan Rp10.000.000 untuk pemenang III. Selain itu, para pemenang dengan naskah menarik perhatian dewan juri berhak atas hadiah masing-masing Rp3.000.000.

Sumber Foto: Dok. YZ

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.