Visi
Menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan berita dan informasi seni, sastra, dan budaya Indonesia secara digital.

Misi
MENYATUKAN informasi karya dan kegiatan dari para pelaku seni, sastra, dan budaya untuk dapat diakses secara digital dengan mudah, Baca Selengkapnya...

Kado Ulang Tahun ke-85, Goenawan Mohamad Gelar Pameran Teks, Gambar, Kitab

Kado Ulang Tahun ke-85, Goenawan Mohamad Gelar Pameran Teks, Gambar, Kitab

Goenawan Soesatyo Mohamad (GM) dikenal sebagai esais, pelukis, jurnalis, hingga menulis naskah teater dan ratusan puisi. Ia melakukannya secara bersamaan selama puluhan tahun. Sangat produktif! Pekan ini ia menggelar pameran tunggal bertajuk “Teks, Gambar, Kitab” di Galeri Salihara, Jakarta. Pameran diadakan menjelang ulang tahunnya ke-85 pada Juli mendatang.


Tulisannya dalam beragam topik biasa muncul di rubrik Catatan Pinggir, di halaman belakang majalah Tempo. Tapi GM juga terhitung rajin mengarsip berbagai peristiwa yang diendapkan ke dalam pikirannya sendiri, kemudian dituangkan ke dalam sketsa disertai teks. Rekan-rekannya menilai GM punya dunia visualnya sendiri.

Ia merekam segala yang segera lewat, yang kadang-kadang tak terduga, tak estetik. Ibarat coretan iseng seorang jurnalis kala sedang menunggu narasumber penting yang datang terlambat atau terjebak dalam jumpa pers yang membosankan. Maka sebanyak 76 karyanya itu ditampilkan dalam pameran, dikuratori oleh Asikin Hasan dan dibuka oleh perupa Tisna Sanjaya.


“Jadi Mas Goen ini membuat pameran di usia 85 tahun dengan hampir 100 karya. Mulai dari karya-karya ekspresif personal yang sangat metaforik dan simbolis, dan saya lihat (karya-karya GM) kini dilebarkan menjadi peristiwa kebudayaan, menjadi suatu karya yang kritis terhadap berbagai hal. Ada persoalan politik, persoalan perilaku beragama, ekonomi, lingkungan hidup. Jadi itu semua dilebarkan menjadi peristiwa kebudayaan, peristiwa kehidupan sehari-hari,” ungkap Tisna saat membuka pameran, Sabtu (23/5).


Ia mengenang masa-masa pencabutan izin terbit majalah Tempo, Editor, dan Tabloid Detik pada 1994. Saat itu, Asikin Hasan –kurator Salihara, menyerahkan satu bundel karya-karya GM. Salah satu diantaranya adalah puisi berjudul Zagreb. GM rupanya ingin Tisna membantunya membuat interpretasi baru atas puisi-puisinya. Tisna yang hendak studi S2 di Jerman kemudian menelaah puisi-puisi GM sebagai bahan kajian.


“Bayangkan situasi politik pada waktu itu, masa Orde Baru yang represif di bawah Soeharto. Saya bergabung dalam barisan jurnalis dan membuat sampul majalah Independen, itu kolaborasi saya dan Mas Goen,” lanjut Tisna.

Peristiwa Terkini dalam Lima Kitab

GM menggunakan berbagai medium seperti tinta, akrilik, kolase, hingga teknik grafis. Salah satu yang menonjol ialah seri Kitab, rangkaian gambar dan karya cetak grafis gabungan fragmen teks, guratan spontan, simbol-simbol purba, dan bidang-bidang abstrak yang menyerupai lembaran manuskrip kuno.


Ada bagian yang tak boleh dilewatkan yaitu Kitab Kurawa, Kitab Hantu, Kitab Hewan, dan Kitab Badut. Ada candaan spontan ala “jokes Bapack-Bapack” yang bisa membuat kita tergelak, minimal tersenyum simpul.

Dalam Kitab Kurawa, tokoh-tokoh pewayangan tidak tampil sebagai figur heroik, namun sebagai tubuh-tubuh yang ganjil, rapuh, dan sering kali grotesk yang membuka tafsir tentang kuasa, kekerasan, dan sisi gelap manusia, misalnya munculnya tokoh Karna dan Gandari dalam seri ini.


Kitab Hantu menghadirkan sosok-sosok samar yang seolah muncul dari kabut ingatan, figur-figur yang tidak sepenuhnya hadir, tapi terus menghantui, bahkan dimunculkan dalam sosok-sosok hantu yang jenaka. Bahkan ada Hantu Pinjol segala.


Sementara dalam Kitab Hewan, GM banyak mengeksplorasi bentuk binatang sebagai metafora naluri, ketakutan, dan absurditas kehidupan. Lalu yang terbaru yaitu Kitab Badut, memperlihatkan wajah-wajah karikatural yang jenaka sekaligus muram, seperti sindiran terhadap dunia sosial dan politik yang penuh sandiwara.

Pameran Tunggal Pertama di Salihara

Perjalanan seni rupa GM tidak bisa dipisahkan dari perjalanan intelektualnya. Seni rupa baginya bukan pelengkap dari dunia sastra melainkan medan lain untuk berpikir dan merasakan karena keduanya saling mengisi.

Asikin Hasan mengatakan persiapan pameran ini memakan waktu satu tahun. Semula pameran akan berlangsung pada Juli bertepatan dengan perayaan ulang tahun GM ke-85. Tapi agenda Galeri Salihara ternyata padat di pertengahan tahun, dan ini adalah pameran tunggal pertama GM di Salihara.


Puluhan tamu dari berbagai latar belakang turut hadir dalam pembukaan pameran, termasuk mantan Wakil Presiden RI, Boediono. Berdua mereka bergandengan tangan naik tangga menuju ruang pameran. Karya-karya GM yang dibuat pada 2017 hingga 2026, karya grafis terbarunya, juga seri Kitab dapat dikunjungi mulai 23 Mei-28 Juni 2026 di Galeri Salihara, Jakarta.

Foto: Witjak Widhi Cahya

#senirupaindonesia
#pameranteksgambarkitab
#pamerantunggalgoenawanmohamad
#senigrafis
#galerisalihara
#IndonesiaBerbudaya
#kulturalindonesia
#klturalindonesia

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.