Visi
Menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan berita dan informasi seni, sastra, dan budaya Indonesia secara digital.

Misi
MENYATUKAN informasi karya dan kegiatan dari para pelaku seni, sastra, dan budaya untuk dapat diakses secara digital dengan mudah, Baca Selengkapnya...

Pameran Tunggal Han Chandra Tanadiri : I am Forest, Ajak Penikmat Seni mendekatkan Diri Dengan Alam

Pameran Tunggal Han Chandra Tanadiri : I am Forest, Ajak Penikmat Seni mendekatkan Diri Dengan Alam

Artsphere Gallery kembali menghadirkan pameran tunggal dari seniman muda dengan karya seni rupa kontemporernya. Han Chandra menggelar pameran bertajuk Tanadiri: I am Forest. Tanadiri dari kata Tanah dan Diri. Ide pameran ini sudah digodok bersama kurator Venerdi Handoyo sejak November 2024. Sketsa-sketsa yang dibuat sejak Februari 2025 menjadi pijakan awal penciptaan karya
Menurut Han, seri karyanya kali ini terinspirasi dari kegemaran berkebun yang ditekuni Han. “Dari benih, tunas kemudian berbunga atau berbuah, lalu mati tapi tetap dapat dimanfaatkan menjadi kompos, tumbuhan terus berguna, memberi energi dan menjadi inspirasi saya untuk berkarya,“ ujar Han.


Yang menarik rangkaian lukisan Han Chandra, dihadirkan karakter bernama Haruu yang adalah representasi idealisme kesatuan manusia dengan alam. Bahkan tidak hanya menghadirkan karya 13 lukisannya, tetapi juga hadir karya 3 dimensi menjadi pelengkap pamerannya dalam bentuk collectible art toys yang diwarnai secara manual oleh Han Chandra sendiri menggunakan cat akrilik. Art toys ini diproduksi terbatas, hanya 10 buah dari setiap karya.


Seniman asal Bandung ini sebelumnya telah menekuni karir sebagai model. namun kemudian ia juga menekuni hobinya menggambar dan menulis, serta juga sebagai perupa. Sudah 2 buku anak yang ia terbitkan. Pertama Tentang Memaafkan ( 2017) dan Naomi dan Bola Kue Bola Bola ( 2025). Bahkan ada bukunya tentang Hidroponik, Hidroponik Sederhana (2025) yang sudah ia terbitkan dari kegemarannya berkebun.
Pameran Tanadiri adalah tumpahan kerinduan, limpahan kegelisahan, dan luapan keresahan akan relasi antara manusia dan alam. Di atas kanvas-kanvasnya, Han Chandra menempatkan dirinya sebagai subjek imajinasi tentang kesatuan – bahkan peleburan – manusia dengan tumbuhan.


Dalam pameran ini pengunjung diajak untuk berhenti, menyingkir dari hiruk-pikuk, dan menemukan kembali kesadaran purba akan manusia sebagai hasil evolusi panjang yang belum juga selesai.


Dapat dilihat dalam lukisannya, diri Haruu menyatu dengan alam dengan berbagai bentuk, berlumut, tinggi menjulang dengan awan-awan atau berdiri di telaga diwaktu malam dan bayangan dirinya adalah sebuah pohon. Dalam bentuk 3 dimensi juga menarik. Ada dalam bentuk kecil dan besar, bertubuh pohon atau bermata bunga, bahkan dalam bentuk musical box.

“Han Chandra menawarkan kontemplasi visual yang meleburkan batas antara tubuh dan tanah (alam). Dalam semestanya, koneksi manusia dan alam jadi tanpa batas, sehingga sebab-akibat pun absen,“ ujar Venerdi Handoyo sang kurator.


“Karya Han bisa dibilang masuk dalam jenis Naïve Art,“ tambah Venerdi Handoyo. Naïve art sendiri gerakan seni rupa yang biasanya dimiliki oleh seiman yang tidak mengenyam pendidikan formal seni dan cenderung melawan prinsip-prinsip ilmu seni rupa, namun menjadi gaya tersendiri dalam seni rupa. Hal tersebut dapat dilihat dari karya Han. Han yang belajar menggambar sejak kecil, terbawa dengan gaya anak-anak masuk ke dalam karyanya saat dewasa.

“Saya berharap pengunjung yang menikmati pameran ini mendapatkan inspirasi dan lebih mendekatkan diri terhadap alam sekitarnya,“ kata Han Candra.

Pameran Tanadiri : I am Forest akan berlangsung dari tangal 23 Mei – 23 Juni 2026, waktu berkunjung dari pukul 11.00 – 18.00. dapat dikunjungi Senin – Sabtu secara gratis.

Foto: Ferry Irawan

#senirupaindonesia
#naïveart
#pamerantandiriiamforest
#IndonesiaBerbudaya
#perupaindonesia
#kulturalindonesia
#kulturalindonesiaID

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.