Visi
Menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan berita dan informasi seni, sastra, dan budaya Indonesia secara digital.

Misi
MENYATUKAN informasi karya dan kegiatan dari para pelaku seni, sastra, dan budaya untuk dapat diakses secara digital dengan mudah, Baca Selengkapnya...

Nadi Gallery Gelar Pameran Tunggal Eko Nugroho, Tropical Aliens

Nadi Gallery Gelar Pameran Tunggal Eko Nugroho, Tropical Aliens

Nadi Gallery kembali menggelar pameran tunggal dari perupa asal Yogyakarta, Eko Nugroho. Bertajuk Tropical Aliens, pameran ini akan berlangsung dari tanggal 8 Juli – 2 Agustus 2026 di galeri yang berada di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat ini.
Dalam pameran ini, Eko Nugroho menghadirkan 35 buah karyanya yang terdiri dari 12 lukisan di atas kanvas, 4 drawing di atas kertas, 10 karya bordir, 8 oyek 3 dimensi dan 1 mural. Sebelumnya pada tahun 2009, Eko Nugroho juga pernah melakukan pameran tunggal di Nadi Gallery dengan tajuk In The Name of Pating Tlecek.

Kehadiran variasi dan kombinasi atas karya seniman lulusan ISI Yogyakarta ini selalu menjadi ciri khas setiap pamerannya. Walaupun pemilihan media dan metode presentasi didasarkan pada pesan yang akan disampaikan, tetapi hal itu bukan satu-satunya pertimbangan Eko dalam menyajikan karyanya. Pertimbangan lain adalah ia ingin membagi kerja proses produksi dengan orang lain, dengan mendelegasikan kerjanya, ia memberdayakan mereka yang mulai terasing dalam bidangnya. Misalnya kepada pengrajin bordir yang kini tersingkir dengan mesin bordir.

Karya mural juga menjadi ciri khasnya. Selain membagi tugas dengan anggota timnya dalam pengerjaan mural, Eko memang sengaja berusaha menghadirkan karya mural di setiap pamerannya. Walaupun hanya bisa dilihat selama periode pameran dan kemudian dihapus, namun mural tersebut akan tetap ada di setiap memori pengunjung yang hadir dan di dalam bentuk dokumentasi pameran.
Tropical Aliens, mengambarkan keprihatinan Eko Nugroho atas kondisi Indonesia saat ini dan dunia pada umumnya. Kita yang hidup di Indonesia sebagai negara tropis, teralienasi, terasing di negara sendiri dengan kebijakan pemerintah yang asing dan tidak menyentuh rakyatnya.

“Saya dengan kemampuan filter visual, menggambarkan apa yang kita rasakan sekarang terhadap kondisi negara ini melalui karya-karya saya. Tropical Aliens, adalah kita yang sudah teralienasi, terabakan, terasingkan, masyarakat yang tidak berbentuk lagi, suara kita sudah tidak bisa dipahami lagi, kita seperti alien dan berbicara dengan pemerintah yang juga seperti alien tidak bisa kita pahami,“ ujar perupa yang pernah diajak merk fesyen ternama Louis Vuitton pada tahun 2013 ini mendesain syal.

Setiap karyanya, baik itu lukisan, gambar maupun patung, tergambarkan mahluk dengan kondisi bagian mata saja yang terlihat. Mata ini mengembarkan generasi sekarang. “Generasi moderen lebih banyak tahu dan cerdas, namun semakin jarang kita berdialog, kita saling tidak menyentuh. Mereka cerdas, paling tahu, tapi semakin lama, kita sepert alien, tidak ada tangan, telinga, hanya mata saja,“ jelas Eko.
Pameran yang mengambil tempat dua lantai di gedung Nadi Gallery ini, sudah menyambut pengunjung di pintu masuk disamping tangga ke lantai 2 dengan patung “Costume Party 1, Dancer on Empty Land”. Masuk ke lantai 2, lukisan dan gambar bordir menghiasi dinding ruang pameran. Di sudut lantai 2 ada ruang khusus mural dengan patung di tengahnya berjudul “The Usai, ( abandoned Monument Series)”.

Yang menarik ada sofa di tengah lantai dengan satu patung yang duduk di tengah sofa dengan ukuran orang dewasa. Patung berjudul “Costume Party 2 , Feeding The Silence” tampak sebagai manusia dengan kepala ditutupi nampan makanan dan memangku nampan penuh makanan. Hal ini menyoroti program makan gratis yang bermasalah dan mengambil anggaran pendidikan termasuk untuk kesejahteraan guru-guru, yang belakangan disorot masyarakat menjadi sumber korupsi para pengelolanya.

Naik ke lantai 3 karya Eko Nugroho semakin semarak dengan berbagai lukisan serta gambar ukuran besar dan patung-patung.

Wahyudin, Kurator dalam pameran ini, melihat karya-karya Eko sepintas terlihat imut dan jenaka, namun dibaliknya memiliki makna yang mendalam. “ Eko Nugroho merupakan sedikit seniman Indonesia yang telah bekerja dan berpameran serta diulas oleh media di luar negeri dengan banyak prestasi. Tentunya dalam pameran ini pengunjung diajak untuk penasaran, siapa sebenarnya sosok di balik karyanya yang hanya terkesan terlihat matanya saja, “ kata Wahyudin

Foto: Ferry Irawan | Kultural Indonesia

#senirupaindonesia
#senikontemporerindonesia
#pamerantropicalaliens
#perupaindonesia
#nadigallery
#IndonesiaBerbudaya
#kulturalindonesia
#kulturalindonesiaID

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.