Visi
Menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan berita dan informasi seni, sastra, dan budaya Indonesia secara digital.

Misi
MENYATUKAN informasi karya dan kegiatan dari para pelaku seni, sastra, dan budaya untuk dapat diakses secara digital dengan mudah, Baca Selengkapnya...

Indonesian Dance Festival 2026 Tampilan Karya Kontemporer Seniman Indonesia dan Internasional, Buka Peluang Kolaborasi Antar Negara

Indonesian Dance Festival 2026 Tampilan Karya Kontemporer Seniman Indonesia dan Internasional, Buka Peluang Kolaborasi Antar Negara

Indonesia Dance Festival (IDF) kembali digelar. IDF 2026 digelar mulai 29 Oktober – 1 November 2026. Bertempat di tiga Lokasi, Taman Ismail Marzuki, Institut Kesenian Jakarta dan Komunitas Salihara, IDF 2026 mengusung tema “ Underlying Drift – Yang Bergeser di Kedalaman”.

Tema IDf 2026 ini diambil dari refleksi tentang perubahan yang berlangsung di tengah kehidupan yang semakin tidak menentu. Hal-hal yang tampak mapan tidak selalu berarti diam. Di baliknya, terdapat pergeseran yang terus berlangsung, membentuk cara manusia memahami tubuh, ingatan, pengetahuan, dan pengalaman hidup.

Melalui tari kontemporer, Indonesian Dance Festival mengajak publik untuk menyelami perubahan yang kerap luput dari perhatian sekaligus melihat bagaimana pergeseran kecil dapat membuka perspektif dan kemungkinan baru.

“Tema ini lahir dari perhatian kami terhadap berbagai perubahan dan ketidakpastian yang berlangsung di sekitar kita. Situasi geopolitik, ekonomi, lingkungan, hingga perkembangan teknologi turut memengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk cara seniman bekerja dan berkarya. Bagi kami, tema ini tidak hanya tercermin dalam karya-karya yang dihadirkan, tetapi juga dalam cara kami menjalankan festival: terus beradaptasi, merawat hubungan, dan mencari kemungkinan di tengah perubahan. Mendekatkan pertemuan, memperluas lingkar dukungan. Itulah yang ingin terus kami upayakan melalui Indonesian Dance Festival.” ujar Ratri Anindyajati, Direktur Indonesian Dance Festival.

Curator In-House Indonesian Dance Festival 2026, Linda Mayasari, menjelaskan bahwa perspektif kuratorial tahun ini membuka ruang bagi beragam pendekatan artistik dan pengalaman yang dibawa para seniman melalui karya mereka.

“Di dunia yang menuntut kecepatan dan produktivitas, the drift mengajak kita memahami bahwa bergerak tidak selalu berarti melaju. Ada kalanya kita perlu melambat atau berhenti sejenak untuk memahami arah dan menentukan kapan harus kembali melangkah maju,” jelas Linda.

Melalui pendekatan tersebut, Indonesian Dance Festival 2026 tidak hanya menghadirkan karya-karya pertunjukan, tetapi juga menempatkan proses artistik, kolaborasi, dan pertemuan sebagai bagian dari upaya merawat keberlanjutan ekosistem tari.

Program Kegiatan, Bentang dan Kampana

Berbagai program diusung dalam IDF tahun ini, mulai dari Bentang, program pertunjukan yang menghadirkan karya-karya koreografi dari seniman Indonesia dan internasional, yang tumbuh dari beragam konteks dan kondisi penciptaan.

Program Bentang menampilkan koreografer Hartati yang mempersembahkan karya terbarunya, “Waktu Paruh”. Selain itu Bentang juga menampilkan “La XXX Punk II: Betel Nut Green” karya Fangas Nayaw dari Taiwan. Dari Jepang, team chiipro menghadirkan “MENSTRUATION SUMO DANCE”, sebuah eksplorasi artistik yang mempertemukan pengalaman tubuh, menstruasi, dan berbagai norma serta konstruksi sosial yang menyertainya. Terakhir, “KONJO: Becoming Otherwise” karya Densiel Lebang yang berangkat dari riset artistik tentang masyarakat Konjo di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Selain Bentang, IDF 2026 menghadirkan program Kampana, sebuah laboratorium pengembangan karya yang dijalankan bersama berbagai platform dan jejaring seni dari Indonesia serta kawasan Asia Pasifik. Akan ada 6 karya yang akan ditampilkan dalam program ini.
IDF 2026 juga menghadirkan ruang-ruang pertemuan melalui program Lokakarya, Bincang Tari, dan Simpul Gerak (Link in Motion) sebuah program jejaring internasional IDF yang mempertemukan produser, kurator, dan praktisi seni pertunjukan dari Indonesia dengan kolega internasional yang memiliki pengalaman, jaringan, dan keterhubungan dengan berbagai ekosistem seni pertunjukan. Sebanyak lebih dari 40 praktisi tari internasional terkonfirmasi akan hadir di perhelatan tahun ini.

Lifetime Achievement Award

Dalam pembukaan IDF biasanya diberikan apresiasi terhadap perjalanan para seniman yang telah berkontribusi bagi perkembangan tari di Indonesia. Untuk tahun 2026 ini, penganugerahan Lifetime Achievement Award diberikan kepada Retno Maruti, maestro tari Indonesia yang dikenal atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan seni tari tradisi.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang Retno Maruti dalam menjaga, mengembangkan, dan meneruskan pengetahuan serta praktik tari kepada generasi berikutnya. Di tengah perkembangan praktik artistik kontemporer, dedikasi Retno Maruti menjadi bagian penting dari kesinambungan pengetahuan tari, sekaligus membuka pemahaman mengenai bagaimana tradisi terus hidup melalui proses pembelajaran, penciptaan, dan pewarisan antargenerasi.

Karya Malam Pembukaan

Dalam malam pembukaan, 29 OktoberIDF 2026 di Graha Bhakti Budaya TIM , ditampilkan sebuah karya dari Hartati, “ Waktu Paruh”. Sebuah karya komisi Indonesian Dance Festival bersama Bakti Budaya Djarum Foundation. Karya ini merefleksikan tatanan sosial, etika, dan nilai kemanusiaan yang perlahan meluruh, serta mempertanyakan bagaimana manusia terus bergerak ketika pijakan yang selama ini menopang kehidupannya mulai berubah. Dalam karya ini menampilkan 6 penari yang bergerak mengambarkan konflik sehari-hari dalam sebuah rumah besar dalam sebuah 2 platform terbuat dari kayu dan berbentuk miring ke atas. Varian gerakan cepat dan lambat serta kadang saling bertubrukan satu sama lain mewarnai tarian, terlihat Latihan yang intens, dengan gerakan yang cepat dapat beresiko bisa jatuh dari ketinggian.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, IDF mengajak publik untuk melihat tari kontemporer sebagai ruang pertemuan antara tubuh dan ruang, tradisi dan masa kini, serta pengalaman lokal dan percakapan global.

Foto: Ferry Irawan | Kultural Indonesia

#senipertunjukkanindonesia
#indonesiandancefestival2026
#senitariindoneisa
#IndonesiaBerbudaya
#kulturalindonesia
#kulturalindonesiaID

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.