Pameran Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan, Menyusuri Rekam Sejarah Taman Ismail Marzuki
Untuk memeriahkan pembukaan fasilitas penginapan di kawasan Taman Ismail Marzuki, Paviliun Raden Saleh – Artotel Curated, digelar pameran arsip dokumentasi mengenai sejarah kawasan Taman Ismail Marzuki yang dulunya merupakan lahan milik Raden Saleh. Pameran yang bertajuk Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan ini berlangsung di Selasar Nashar, ruang seni Paviliun Raden Saleh yang terletak di lantai 8 dan dapat dikunjungi oleh masyarakat umum dan tamu hotel sejak tanggal 21 April 2026.

Pameran yang terselenggara atas kerjasama antara Artotel Group bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini menyajikan foto-foto repro dari kawasan lahan Raden Saleh, yang merefleksikan rekam jejak sejarah kawasan Cikini, nilai artistik Raden Saleh, serta perjalanan Taman Ismail Marzuki sebagai ruang ekspresi seni dan budaya Jakarta.

Paviliun Raden Saleh – Artotel Curated juga diharapkan menghadirkan ruang temu antara seni dan hospitality dan menjadi creative hub yang merangkul dan memperkuat ekosistem seni yang telah lama tumbuh di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).

Sosok Raden Saleh yang memiliki nama lengkap Raden Saleh Sjarif Boestaman (1811 – 1880) adalah anak bangsawan keturunan Arab Jawa yang berkesempatan bersekolah melukis di Belanda dan Jerman, setelah dilihat bakat melukisnya oleh seorang pelukis Belgia, A.A.J. Payen. Hingga pada 1844 Raden Saleh mendapatkan penghargaan Bintang Eikenkoon, penghargaan dari Luxemburg dan menjadi pelukis istana dan pelukis pribadi Raja Willem II dari Belanda.

Setelah tinggal di Eropa sejak 1829, pada 1851 Raden Saleh pulang ke Indonesia. Pada 1854 Raden Saleh menikahi Wanita Jerman yang berstatus janda dan memiliki lahan di kawasan dekat Gambir. Dalam lahan itu, dibangun rumah berbentuk kastil yang kini menjadi RS. Cikini dan taman yang luas, yang kemudian dibuka menjadi Taman Botani dan Kebun Binatang.

Pada jaman penjajahan Jepang Lahan taman tersebut berganti nama menjadi Taman Raden Saleh dan pada tahun 1964 kebun binatang dipindah ke Ragunan, Jakarta Selatan dan Taman Raden Saleh diprogramkan menjadi pusat seni dan budaya Jakarta. 1968 Taman Ismail Marzuki diresmikan.
Dalam pameran ini arsip-arsip dokumentasi yang dipamerkan menyoroti nilai historis kawasan Cikini, khususnya Taman Ismail Marzuki yang dulunya merupakan bagian dari kompleks kediaman Raden Saleh. Pengunjung diajak memahami sejarah terbentuknya wilayah Cikini dan Taman Ismail Marzuki bagaimana hingga menjadi episentrum kreativitas seni dan budaya.
Pameran ini menampilkan beragam materi arsip, mulai dari foto-foto repro, mulai dari bentuk taman dan rumah kastil raden Saleh yang kini menjadi RS, Cikini – hingga saat menjadi Taman Botani dan Kebun Binatang, sampai peristiwa – peristiwa penting berbagai kegiatan di TIM tahun 1970-80an. Kemudian disediakan juga arsip audio berbagai peristiwa penting di TIM hingga dokumentasi visual berupa potongan film dokumentasi saat kawasan TIM menjadi Taman Botani dan Kebun Binatang.

Penempatan arsip dokumentasi tidak ditempatkan di ruang galeri khusus, melainkan disebar di berbagai pilar selasar Nashar, sekitar loby dan restoran hotel dan ruang terbuka lainnya di selasar. Kurator pameran Akbar Yuni yang dibantu oleh Kris Aditya menjelaskan, “Pola penempatan arsip dokumentasi merupakan keputusan bersama dengan pihak Artotel, Jakpro dan DKJ, yang mana tidak ditempatkan dalam ruang khusus namun melebur dalam ruang selasar, agar pengunjung dapat leluasa melihat-lihat sambil lalu sambil beraktifitas di paviliun ini.”

Bambang Prihadi, Ketua Dewan Kesenian Jakarta menyampaikan bahwa Paviliun Raden Saleh -Artotel Curated, menyatakan bahwa keberadaan pavilion merupakan kerinduan selama 30 tahun , agar TIM mempunyai fasilitas penginapan yang layak untuk pusat kreatifitas bagi Kota Global seperti Jakarta, setelah 30 tahun penantian setelah sebelumnya terjadi renovasi berbagai fasiltas dalam TIM tahun 1984.”
Peresmian Operasional Pavilun Raden Saleh dan Pameran ditandai oleh pembukaan tirai karya instalasi karya Alfiah Radini. Pameran ini akan berlangsung hingga 2 bulan ke depan.
#pameranradensalehcikinigenealogiruangsenidaningatan
#rekamsejarahtamanismailmarzuki
#pameranarsipdokumentasi
#IndonesiaBerbudaya
#radensalehsjarifboestaman
#pelukisindonesia
#kulturalindonesia
#kulturalindonesiaID
