Tiga Puluh Tahun Berkara EKI Dance Company Hadirkan Pentas Musikal Calon Arang
Merayakan 30 Tahun berkarya di seni pertunjukkan Indonesia, EKI Dance Company menggelar pertunjukkan musikal terbarunya, “Calon Arang”. Bekerja sama dengan Indonesia Kaya, pertunjukkan yang memadukan keindahan musik dan lagu, gerak koreografi yang dinamis dan visual spektakuler yang moderen ini dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada 17 – 20 September 2026.
Dengan tag line “Yang jahat mati karena cinta. Yang baik hidup penuh dusta.” Musikal “Calon Arang” menghadirkan tema legenda dengan penyajian ala pertunjukkan jaman now. Cerita klasik tentang sosok janda sakti dari Desa Girah yang ditakuti warga karena ilmu sihirnya yang luar biasa.
Empu Barada mengutus muridnya, Bahula, untuk mengambil kitab sakti Calon Arang, demi meredam ketakutan dan menghentikan kekuatannya. Untuk mensukseskan misi rahasianya, Bahula menikahii Ratna Manggali, putri tunggal Calon Arang.
Demi kebahagiaan putrinya Calon Arang merestui hubungan putrinya dengan Bahula. Namun saat ibu dan anak itu lengah, Bahula mencuri kitab sakti Calon Arang dan meninggalkan Ratna. Calon Arang pun marah dan pergi menyerang Empu Barada, namun ia terbunuh dengan kelicikkan Empu Barada, akhirnya Ratna datang untuk membalas dendam ibunya.
Pertunjukkan ini disutradarai oleh Ara Ajisiwi, yang juga memerankan tokoh utama Calon Arang, Nala Amrytha berperan sebagai Ratna Manggali, Gerry Gerardo sebagai Bahula, dan Gabriel Harvianto sebagai Empu Barada. Penyanyi Sita Nursanti ikut berperan sebagai Dewi Durga.
Tak diragukan lagi, seperti pertunjukkan musikal EKI Dance sebelumnya, penyajiannya selalu memukau dengan tata panggung apik dipadu dengan permainan visual, dan kali ini diberi sentuhan animasi menambah semarak pertunjukkan di panggung. Ditambah lagi dengan musik dan lagu-lagu yang indah iringan Oni and Friends, menambah spektakulernya pertunjukkan.
Namun ada beberapa bagian harusnya dijelaskan dan menjadi bagian cerita. Latar belakang kehidupan Calon Arang yang nama sebenarnya adalah Dayu Datu, adalah istri seorang raja yang kemudian menjadi janda, status janda dianggap negatif dimata masyarakat pada masa itu. Untuk melindungi dari guncingan orang-orang disekitarnya maka ia mempejalari ilmu hitam.
Dewi Durga yang diperankan oleh Sita Nursanti, tampil dengan bernyanyi, sehingga tidak diceritakan, bahwa ia adalah sosok penguasa kegelapan yang dipuja oleh Calon Arang untuk melampiaskan dendam dan amarahnya akibat penghakiman masyarakat terhadap putrinya yang susah jodoh akibat memiliki ibu yang menyeramkan dan berstatus janda.
Sayang alur dan penyajian cerita jauh dari harapan dari kesan Calon Arang yang akan membawa cerita yang horor, gelap dan mendalam. Cerita singkat dan alur yang pendek, ditambah dengan keceriaan warna warni kostum dan cahaya tata panggung, menjadikan pertunjukkan Calon Arang jauh dari Kesan horor dan mencekam, apalagi dendam yang menyayat hati. Akhirnya pertunjukkan jadi terasa ringan dan bahkan menghibur layaknya dongeng untuk anak-anak.
Foto: Ferry Irawan | Kultural Indonesia
#senipertunjukkanmusikalindonesia
#pentascalonarang
#ekidancecompany
#IndonesiaBerbudaya
#kulturalindonesiaID
