Pameran Indonesian Women Artist (IWA)#4, Pameran Pemungkas Menuju Biennale Karya Perempuan Indonesia
Pameran Indonesia Women Artist kembali diselenggarakan untuk keempat kalinya. Pameran yang menampilkan karya para perupa Wanita Indonesia ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Cemara Enam dengan Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya. Melalui Unit Galeri Nasional Indonesia, pameran ini dibuka pada 9 April 2026 dan digelar pada 10 April – 30 Juni 2026.
Dengan tema ON THE MAP, art, science, technology & culture, pameran ini dikuratori oleh Carla Bianpoen, Vidhyasuri Utami, dan Bagus Purwoadi. Dalam pameran kali ini menghadirkan karya-karya dari 12 perupa perempuan lintas generasi. Mereka adalah Bibiana Lee, Citra Sasmita & Cinta Bumi Artisan, Dyantini Adeline, Endang Lestari, Ines Katamso, Irene Agrivina, Kana Fuddy Prakoso, Ni Nyoman Sani, Nona Yoanishara, Rani Jambak, Tara Kasenda, dan Ve Dhanito.

Tema On The Map, diambil dari pemetaan yang berasal dari warisan budaya dan sejarah Perempuan Nusantara. Mulai dari Ratu Kalinyamat hingga karya dan budaya seni tradisional yang diwariskan turun temurun yang berhubungan dengan perempuan.
Dengan konsep Situated Knowledge, karya yang lahir dari pengalaman dan situasi personal para seniwati, mereka mengeksplorasi rasa, ingatan dan pengetahuannya yang kemudian diangkat dalam pengalaman mereka tentang relasinya dengan alam dan budaya sekitarnya.
Hasilnya karya-karya yang ditampilkan dapat dibaca sebagai pernyataan tentang tubuh, alam dan lingkungan serta budaya yang mereka alami.
Kepala BLU Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin mengungkapkan, “Pameran IWA keempat ini meneguhkan kontribusi perupa perempuan dalam percakapan kebudayaan yang lebih luas.”
Lebih lanjut Ketua Yayasan Cemara Enam, Inda C. Noerhadi menjelaskan bahwa pameran IWA #4: ON THE MAP menjadi pemungkas seri IWA, “Nantinya pameran seri IWA akan dikembangkan menjadi pameran Biennale/Triennale karya -karya perupa perempuan pada masa yang akan datang.”

Karya-karya unik ini dapat dinikmati dalam pameran IWA#4. Seperti Kana Fuddy Prakoso yang mengangkat tema perjuangan Perempuan dengan tampilan Baju Zirah yang terinspirasi dari cerita Ratu Kalinyamat. Rani Jambak yang seorang komposer, menyajikan alunan musik yang timbul dari kegiatan seni menyulam yang berasal dari Sumatera Barat. Ve Dhanito yang seorang fotografer, mengambil tema
moment, peristiwa atau saat suatu kejadian yang akan dilihat dari kacamata berbeda tergantung dari latar belakang, emosi dan pengetahuan masing-masing orang yang melihatnya. Seni instalasi yang dipamerkan dapat terlihat berbeda-beda jika dilihat menggunakan filter-filter yang disediakan untuk melihat karyanya.

Endang Lestari, seorang seniman keramik yang mengeksplorasi tanah liat menjadi sebuah lukisan yang bertemakan isu lingkungan dengan tanah yang dapat berbicara banyak yang dibingkai dalam kanvas. Begitu juga ines Katamso, yang juga mengambil tema tanah dan manusia yang mengolahnya dengan prinsip Tri Hita Karana dari Bali. Ada juga Irene Agrivina yang mengambil pigmen-pigmen alami yang akan meneteskan tinta warna alami disalurkan lewat selang dan jarum yang diarahkan ke 4 lembar kain yang diakhir pameran akan menghasilkan lukisan alami.

Ada pula Ni Nyoman Sani yang menyajikan instalasi bentuk besar seperti jantung dengan efek suara nafas yang mengambil tema rumah yang tidak hanya sebagai bangunan untuk pulang, tetapi juga soal identitas. Serta Bibiana Lee yang menyajikan sebuah ruang 3×3 meter dengan dinding kaca di segala sudut dan tangan-tangan dari silicon sebanyak 30 buah yang menyajikan efek kumpulan tangan-tangan yang memperjuangkan demokrasi di tahun 1998. Serta masih banyak lagi.
Tak hanya karya dari ke-12 perupa, dalam Pameran IWA#4, ditampilkan juga karya=karya perupa Perempuan yang lebih senior dan yang sudah meninggal dunia, yang lebih mempertegas eksistensi seniman wanita Indonesia dalam sejarah perjalanan seni rupa Indonesia. Mereka adalah Sri Astari Rasjid, Lucia Hartini, Hildawati Soemantri, Marida Nasution dan Umi Dachlan.

Pameran IWA #4: ON THE MAP buka setiap hari Selasa-Kamis pukul 10.00-18.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 10.00-20.00 WIB. Pengunjung dapat melakukan registrasi dan pembelian tiket secara langsung di Galeri Nasional Indonesia maupun secara online melalui aplikasi Traveloka dan tiket.com.

Harga tiket kawasan Galnas saat ini untuk pelajar dari tingkat PAUD hingga mahasiswa Rp25.000,- Untuk pengunjung usia dewasa Rp50.000,-. Untuk Warga Negara Asing (WNA), Rp50.000,- untuk pengunjung WNA pemegang KITAS Rp150.000,-. Serta untuk anak usia kurang dari tiga tahun, dewasa lebih dari 60 tahun, penyandang disabilitas, yatim piatu, pemilik KIP dan KIPK Rp0,-. Harga tiket ini berlaku untuk menikmati seluruh pameran yang sedang berlangsung di Galeri Nasional Indonesia.
Selain pameran, IWA #4: ON THE MAP juga menghadirkan sejumlah program publik. Yang dapat dipantau di media sosial Galeri Nasional.
#pameranindonesianwomenartis
#perupaperempuanindonesia
#onthemapartisciencetechnologyculture
#IndonesiaBerbudaya
#kulturalindonesiaID






