Ruang Tamu Tony, Ruang Bagi Musisi Kontemporer Berkarya
Setiap bulan sebuah rumah di kawasan Cilandak Timur, menjadi ruang ekspresi bagi
pemusik kontemporer untuk menyajikan karyanya di hadapan sejumlah
penikmatnya. Ruang Tamu Tony (RTT), menjadi wadah bagi para komponis musik
kontemporer, baik dari dalam maupun luar negeri sekaligus penikmat musik untuk
bertemu dan berdialog melalui karya-karya para musisi tersebut.
Berawal pada tahun 2021, di masa Pandemi Covid-19, ruang tamunya menjadi
ruang studio untuk rekaman video yang ditayangkan di saluran Youtube. Kemudian
di tahun 2024 RTT dikembangkan menjadi ruang tampil secara live. Tiga
pertunjukkan dilaksanakan dengan penampilan musisi duet Max Riefer (perkusi)
dan Sebastian Voltz (piano) dari Jerman. Little Finger (jazz), Jakarta dan konser
tunggal, Sri Hanuraga (piano & komputer), Jakarta .
Indonesia memang memilik banyak institusi pendidikan musik, namun sedikit sekali
tempat bagi para seniman musik untuk mengekspresikan kreatifitasnya,
menampilkan karya-karyanya. Karya musik tidak melulu soal lagu-lagu populer tetapi
sebetulnya banyak juga karya komposisi musik kontemporer karya para komponis
muda. Kelompok komponis musik kontemporer ini lah yang jarang diberikan tempat
untuk menampilkan karyanya.
RTT berdiri dibawah naungan Yayasan Rumah Musik Indonesia (YRMI), yang
didirikan oleh Tony Prabowo pada tahun 2019. Sebagai ruang tamu umumnya,
menjadi ruang menerima tamu, tetapi yang berkunjung ke rumah ini mempunyai
idealis yang sama, yaitu sebagai penikmat karya seni, khususnya seni musik
kontemporer. Dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan, penonton yang hadir
seakan datang ke sebuah acara keluarga. Makanan ringan disediakan sebagai
cemilan untuk sebelum dan sesudah pertunjukkan. Kenal atau tidak semuanya
berbaur dalam kebersamaan, sama-sama ingin mengapresiasi musik.
Lebih ke dalam dari ruang tamu terdapat ruang studio besar. Berbagai alat musik
bertebaran di semua sisi. Kebanyakan musik alat perkusi, baik ritmis maupun
melodis. “Alat musik itu saya kumpulkan satu per satu selama bertahun-tahun.
Dalam satu kesatuan musik orkestra, alat–alat perkusi biasanya besar dan berat,
sehingga untuk latihan tidak bisa dibawa-bawa oleh musisi, berbeda dengan alat
musik melodi, tiup atau gesek yang bisa dikemas di dalam tas,“ ujar Tony.
“Ruang Tamu Tony menampilkan karya komponis yang kekinian, yang masih hidup.
Kami hadir secara mandiri untuk menjadi wadah bagi musisi mengekspresikan
karyanya, “kata Tony kemudian beberapa waktu lalu kepada Kultural Indonesia.
Di tahun 2025 ini RTT semakin aktif. Setiap bulan ada musisi yang menampilkan
karyanya. Mulai dari konser Hasim Suhadi & Vincent Wiguna (piano), Max Riefer &
Gabriel Laufer (perkusi), konser solo perkusi Alfin Satriani. Konser J Modern
Kwartet ( kwartet gesek), Konser Jazz Kwartet : LOVE IS , konser 4 Komposer :
Dion Nataraja, Sri Hanuraga, Stevie Jonathan dan Ding Jian Han dan konser piano
solo, Jennifer Halim. Dukungan berbagai pihak pun berdatangan, bak dari
pemerintah maupun swasta, yaitu Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan dan
produsen minuman BaliHai. Bahkan jadwal konsernya sudah fully booked hingga
pertengahan tahun 2026. Dalam waktu dekat ini konser berikutnya akan ada pada
27 September 2025, Cerita Dalam Bunyi, menampilkan Nadya Janitra (piano) dan
Gita Bayuratri (piano).
Para penonton RTT diwajibkan melakukan reservasi
Foto: Dok. RTT



