Buku Wayang Potehi From Java, Bagian dari Diplomasi Budaya Indonesia
Karya Anak Bangsa yang Berhasil Masuk ke 350 Perpustakaan dan Universitas
Bergengsi Dunia
Satu lagi karya budaya Indonesia berprestasi di dunia Internasional. Di antaranya di
Harvard, Oxford, Cambridge, hingga Library of Congress Amerika Serikat. Buku
Wayang Potehi from Java, berhasil masuk ke lebih dari 350 perpustakaan dan
universitas bergengsi dunia. Buku ini diakui sebagai bagian dari diplomasi budaya
Indonesia disamping menjadi referensi budaya.
Buku Wayang Potehi From Java, karya Ardian Purwoseputro yang seorang putra Blitar,
Jawa Timur ini diterbitkan sekitar satu decade lalu. Buku ini telah membuka ruang
diskusi lintas negara dan menginspirai pelestarian budaya lokal, terutama wayang
potehi yang berkembang di daerah-daerah seperti Jombang, Gudo, dan Blitar. Ardian
sendiri kerap diundang sebagai nara sumber di berbagai universitas dan festival budaya
internasional di Jepang, Taiwan dan Malaysia, antara lain.
Menurut catatan sejarah, wayang potehi yang berasal dari Fujian, China, telah ada
sejak ribuan tahun lalu, sejak Dinasti Jin (265-420M). Wayang potehi diperkirakan
masuk Indonesia di awal 1600-an saat para senimannya diundang oleh para perantau
keturunan Tionghoa di Tangerang dalam rangka perayaan Imlek dan Cap Go Meh.
Kesenian ini kemudian menyesuaikan dengan tradisi setempat namun benang
merahnya sama. Cerita-ceritanya berfokus pada nilai-nilai moral, kesetiaan, kejujuran
dan keberanian. Seiring dengan perkembangan jaman, wayang ini semakin dilupakan
dan ditinggalkan sehingga para seniman wayang pun tidak dapat berkiprah lagi karena
sepi peminat.
Wayang Potehi From Java, merupakan buku ulasan yang mendalam tentang seni
pertunjukan wayang potehi, sebuah warisan budaya Tionghoa yang telah berakar di
Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Buku ini tidak hanya membahas sejarah dan
perkembangan wayang potehiβbagaimana kesenian ini dibawa oleh perantau
keturunanTionghoa dan bagaimana perkembangannya di Indonesia sejak 1920–tetapi
juga menyoroti makna simbolik dan perannya dalam konteks budaya serta diplomasi.
Wayang potehi tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana ritual dan
penyampaian nilai-nilai budaya yang menghubungkan dua budaya berbeda melalui seni
pertunjukan.
Buku ini menawarkan wawasan yang kaya tentang wayang potehi, tidak hanya sebagai
seni pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian penting dari sejarah, budaya dan identitas
Masyarakat Indonesia.
Wayang Potehi awalnya popular di Batavia lalu menjalar ke Pesisir Utara Jawa sampai
Cirebon, Semarang, Kudus, hingga Surabaya. Namun wayang potehi sempat dilarang
saat Orde Baru. Kini wayang potehi yang aslinya lahir di China menjadi milik bersama
warga Nusantara. Sebuah warisan budaya yang patut dilestarikan.







